Rabu, 28 Februari 2018

Fungsi

Fungsi merupakan blok dari kode program yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. Fungsi banyak dilibatkan dalam pembuatan suatu program, dengan tujuan :
Program menjadi lebih tersetuktur, sehingga mudah dipahami dan mudah dikembangkan
Dapat mengurangi pengulangan kode.
Bentuk umum suatu fungsi adalah sebagai berikut :
Tipedata namafungsi(daftarparameter) {
/*Badan Fungsi*/
return nilaireturn; /* untuk tipe data bukan void */
}

Fungsi Bertipe void
Fungsi bertipe void, kalau dalam program pascal atau delphi disebut sebagai procedure. Fungsi ini tidak mempunyai nilai kembalian, jadi fungsi bertipe ini hanya merupakan sekumpulan kode program yang bekerja sesuai dengan parameter yang diberikan.
Contoh fungsi bertipe void :
void TampilNama() {
textcolor(RED);
cprintf(“Nama Saya : Tulis Nama Ada\n\r”);
cprintf(“Alamat    : Jl. Can Di Aspal No. 70\n\r”);
cprintf(“Telepon   : 022-2513709\n\r”);
}

main()
{
TampilNama();
TampilNama();
TampilNama();
}
Dalam program di atas, ada sebuah fungsi yang bernama TampilNama(), yang berguna untuk menampilkan data Nama, Alamat, dan Telepon. Dalam program utama (fungsi main() ), cara pemanggilan fungsi tersebut adalah dengan menulis nama fungsinya (dalam hal ini TampilNama() ). Jadi program di atas akan menampilkan isi fungsi TampilNama() sebanyak 3 kali.
Fungsi di atas merupakan fungsi yang dipanggil tanpa memakai parameter. Untuk melihat contoh fungsi berparameter, perhatikan program di bawah ini.
void Kotak(int X1,int Y1, int X2,int Y2,int Bingkai,int Latar) {
int i;
textcolor(Bingkai);
textbackground(Latar);
gotoxy(X1,Y1);cprintf(“é”); /* alt+218 */
gotoxy(X1,Y2);cprintf(“%c”,192);
gotoxy(X2,Y1);cprintf(“%c”,191);
gotoxy(X2,Y2);cprintf(“%c”,217);
for (i=X1+1;i<=X2-1;i++)
{
gotoxy(i,Y1);cprintf(“%c”,196);
gotoxy(i,Y2);cprintf(“%c”,196);
}
for(i=Y1+1;i<=Y2-1;i++)
{
gotoxy(X1,i);cprintf(“%c”,179);
gotoxy(X2,i);cprintf(“%c”,179);
}
}
main()
{
Kotak(1,1,80,24,WHITE,BLUE);// Memanggil Procedur Kotak
Kotak(2,2,15,23,WHITE,RED);
getch();
return 0;
}
Void Kotak merupakan sebuah fungsi yang akan membuat suatu kotak di layar sesuai dengan koordinat yang diberikan di bagian parameter. Koordinat tersebut adalah koordinat kiri atas (X1,Y1), dan koordinat titik kanan bawah (X2,Y2). Selain itu fungsi ini membutuhkan parameter Bingkai yang berguna untuk menentukan warna bingkai kotak, dan juga parameter Latar yang berguna untuk menentukan warna latar belakang kotak yang dibuat.
Pemanggilan Kotak(1,1,80,24,WHITE,BLUE) berguna untuk membuat kotak dengan posisi kiri atas pada koordinat (1,1) dan posisi kanan bawah pada koordinat (80,24) dengan warna bingkai kotak berwarna putih dengan latar belakang kotak berwarna biru.


Fungsi bertipe data
Dalam dunia matematika, kita mengenal fungsi. Contoh : F(X)=X2+3X+5, yang berarti kita mempunyai sebuah fungsi bernama F yang membutuhkan parameter X sebagai data yang akan dihitung dengan persamaan X2+3X+5 sehingga kalau kita menulis F(5), maka nilai dari fungsi tersebut adalah 52 + 3.5+ 5 = 45.
Bentuk umum dari Function ini dalam bahasa Pascal adalah :

typedata NamaFungsi(daftar parameter)
{
Perintah;
Perintah;
Return NilaiHasilUntukFungsi;
}

Contoh 1 : Fungsi matematik untuk menghitung persamaan F(X) = X2+3X+5;
float F(float X) {
return X*X+3*X+5;//Fungsi diisi hasil dari perhitungan X2+3*X+5
}

Contoh 2 : Fungsi untuk mencari Faktorial dari suatu nilai
float Faktorial(int N) {
int I;
float Hasil;
Hasil:=1;
for(I=2;I<=N;I++)
Hasil=Hasil * I;
return Hasil;
}

Contoh 3: Fungsi untuk mencari Kombinasi dengan rumus :
Kombinasi (X,Y) =
Float  Kombinasi(int X, int Y) {
return Faktorial(Y) / (Faktorial(X)*Faktorial(Y-X));
}

array penyimpanan


Materi array

  1. 1. MODUL ARRAY MENGGUNAKAN C++
  2. 2. A. Materi Definisi Array  kumpulan / koleksi data yang terstruktur dan bertipe sama yang menggunakan nama yang sama dengan bisa berisi nilai yang sama atau berbeda-beda.  Tipe data biasanya ditulis diawal setelah tanda kurung kurawal " { ". Ada beberapa macam tipe yang sering digunakan , diantaranya adalah char , int , float , double , dan void  Dalam array indeks(berupa urutan nomer posisi dan angka-angka) dimulai dari hitungan 0,1,2 dst Variabel array dalam Borland C++, mengacu pada teori yang ada dapat digolongkan menjadi tiga buah dimensi :  Array Berdimensi Satu.  Array Berdimensi Dua  Array Berdimensi Tiga 1. Array berdimensi satu  Mengakses elemenarray. Pendeklarasian array Contoh Pendeklarasian array Int nilai[5]; TipeDataNamaArray[JumlahElemen]; Tipe data Nama Array Jumlahelemenarray
  3. 3. Ilustrasi / Gambaran array 0 1 2 3 4 5 Untuk mengetahui jumlah elemen Menggunakan operator sizeof untuk menentukan ukuran array ataupun ukuran tipe elemen.  Contoh 1 Pada contoh 1 , Output yang dikeluarkan adalah angka sesuai dengan angka yang di tulis pada elemen yaitu 21. Array dengan tipe data karakter (char) . Array dengan elemen bertipe karakter bisa digunakan untuk menyimpan string atau deretan karakter.  Contoh 2 3 5 6 2 4 6 Value/nilai indeks Jumlahelemen=6
  4. 4.  Contoh 3 Kedua program ini sama - sama menggunakan tipe data char hanya saja Pada Contoh 2 diatas tidak diberikan nilai jumlah maximal data tetapi dapat diinformasikan jumlah maksimal data ada 20, melihat dari jumlah huruf yang ada disebalahnya termasuk tanda spasi (“_”). Sedangkan , Pada Contoh 3 diatas diberikan nilai jumlah maximal data ada 5 dilihat dari jumlah indeks yang dituliskan.  Inisialisasi elemen array. Adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Pendeklarasian : Pemberian / inputan nilai pada array Ada 2 macam , seperti berikut : 1. Input tetap/statis 1. Pemberian nilai pada saat pendeklarasian array Contoh 4 TipeDataNamaArray[Subscript]={nilai array};
  5. 5. 2. Pemberian nilai setelah pendeklarasian array Contoh 5 Contoh 4 dan 5 tersebut akan menghasilkan output yang sama yaitu 5 . 2. Input Berubah – ubah / dinamis Bisa memasukkan / menginputkan nilai yang berbeda – beda dan berubah setiap kali menjalan kan program tersebut. Cara ini menghasilkan output yang sesuai dengan inputan.
  6. 6. 2. Array berdimensi Dua Definisi :  Array dua dimensi sering digambarkan sebagai sebuah matriks, merupakan perluasan dari array satu dimensi.  array dua dimensi terdiri dari beberapa baris dan beberapa kolom elemen yang bertipe sama  Indeks pertama menunjukkan baris dan indeks kedua menunjukan kolom.  array dua dimensi terdapat dua jumlah elemen yang terdapat di dalam kurung siku dan keduanya boleh tidak sama.  Mengakses elemenarray. Pendeklarasian array berdimensi dua Contoh Pendeklarasian array Int nilai[5][3]; TipeData NamaArray[Elemen1][Elemen2]; Tipe data Nama Array Elemen2 Elemen1
  7. 7. Ilustrasi / Gambaran array berdimensi dua  Inisialisasi Array berdimensi dua Contoh 6 2 1 0 Indeks (y) Jumlah baris 0 1 2 3 Indeks(x) Jumlahkolom Int nilai[3][4]; nilai(3,4)
  8. 8. Contoh 7 Pemberian nilai pada contoh 6 sama halnya dengan contoh 7, yang berbeda adalah letak pemberian nilainya . Output yang di keluarkan sbb : Program Menampilkan bentuk matrix
  9. 9. Output : 3. Array berdimensi Tiga Definisi : Array berdimensi tiga tersusun dalam bentuk baris, kolom, da nisi dari baris di mana indeks pertama menunjukkan baris , indeks kedua menunjukkan kolom , dan indeks ketiga menunjukkan isi dari baris.  Mengakses array berdimensi tiga Pendeklarasian array berdimensi tiga Contoh Pendeklarasian array int angka[5][3][2]; TipeDataNamaArray[Elemen1][Elemen2][ Elemen3]; Tipe data Nama Array Elemen2 Elemen1 Elemen3
  10. 10. Ilustrasi / Gambaran array berdimensi tiga  Inisialisasi array berdimensi tiga Pendeklarasian : Contoh : int data[2][4][3] = { { {100,200,300}, {150,240,360}, {250,340,460}, {250,340,460}}, { {160,250,365}, {175,275,375}, {275,375,575}, {380,480,580}} }; Int nilai[4][2][3]; 2 1 0 0 1 2 3 0 1 Indeks(x) Jumlahkolom Indeks(y) Jumlahbaris Indeks(z) Jumlahisi TipeDataNamaArray[JumlahElemen]={NilaiArray};
  11. 11. Program : Output :
  12. 12. B. Contoh soal Contoh 1 menampilkan nilai pada array Output :
  13. 13. Contoh 2 Program pengurangan menggunakan array berdimensi dua
  14. 14. Output :
  15. 15. Kesimpulan Dengan menggunakan array pada program C++ akan lebih simpel dan menghemat banyak tempat karena tidak perlu menggunakan banyak variabel untuk menyimpan data. Karakteristik Array yaitu mempunyai batasan dari pemesanan alokasi memory (Bersifat Statis), mempunyai Type Data Sama (Bersifat Homogen), dan dapat Diakses Secara Acak.
  16. 16. Daftar Pustaka  http://akilhacker.blogspot.com/2013/06/array-c.html 

struktur kontrol perulangan

Struktur Kontrol
 
Sebuah program biasanya tidak terbatas hanya pada intruksi yang terurut saja, tetapi juga memungkinkan terjadinya percabangan, perulangan dan pengambilan keputusan. Untuk mengatasi kebutuhan itu C++ menyediakan struktur kontrol yang dapat menangani hal-hal tersebut.
Untuk membahas hal tersebut diatas, akan ditemui istilah block of instructions. Blok instruksi adalah sekumpulan instruksi yang dibatasi dengan tanda semicolon (;) tetapi dikelompokan dalam satu blok yang dibatasi dengan kurung kurawal { }.

Struktur Kondisional : if and else
Digunakan untuk mengeksekusi sebuah atau satu blok instruksi jika kondisi terpenuhi, sintaks:

if (condition) statement

condition merupakan ekspresi yang dievaluasi. Jika kondisi bernilai true, maka statement akan dijalankan. Jika false, maka statement akan diabaikan dan program menjalankan instruksi selanjutnya.

Contoh, Akan tercetak x is 100 jika nilai yang disimpan pada variable x adalah 100:

if (x == 100)
cout << "x is 100";

Jika ada lebih dari satu instruksi yang akan dijalankan maka harus dibuat dalam blok instruksi dengan menggunakan tanda kurung kurawal { }:
if (x == 100)
{
cout << "x is ";
cout << x;
}
Dapat juga menggunakan keyword else, jika kondisi tidak terpenuhi. Penulisannya digabungkan dengan if :
if (condition) statement1 else statement2
Contoh :
if (x == 100)
cout << "x is 100";
else
cout << "x is not 100";
Akan tercetak x is 100 jika nilai x adalah 100, jika tidak akan tercetak x is not 100.
Contoh :
if (x > 0)
cout << "x is positive";
else if (x < 0)
cout << "x is negative";
else
cout << "x is 0"
Struktur perulangan (loops)
Loops merupakan perulangan statement dengan jumlah tertentu jika kondisi terpenuhi.
The while loop.
Sintaks :
while (expression) statement
Fungsi dari statement diatas adalah mengulang statement jika expression bernilai true.
Contoh :
// custom countdown using while
#include <iostream.h>
int main ()
{
int n;
cout << "Enter the starting number > ";
cin >> n;
while (n>0) {
cout << n << ", ";
--n;
}
cout << "FIRE!";
return 0;
}
Output :
Enter the starting number > 8
8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, FIRE!
Algoritma program dimulai dari main :
1. User meng-input nilai untuk n.
2. Instrukti while mengevaluasi apakah (n>0). Ada dua kemungkinan :
true: meng-eksekusi statement (step 3,)
false: melompati statement. lanjut ke step 5..
3.Mengeksekusi statement : cout << n << ", ";
--n;
(Menampilkan n di layar dan mengurangi n dengan 1).
4. Akhir dari blok. kembali ke step 2.
5. lanjut menuju program setelah blok. Cetak : FIRE! dan program berakhir.
The do-while loop.
Format:
do statement while (condition);
Secara fungsional, hampir sama dengan while loop, hanya saja condition dalam do-while
dievaluasi setelah eksekusi statement , dengan kata lain, sedikitnya satu kali eksekusi statement
walaupun kondisi tidak terpenuhi. Contoh :
// number echoer
#include <iostream.h>
int main ()
{
unsigned long n;
do {
cout << "Enter number (0 to end): ";
cin >> n;
cout << "You entered: " << n << "\n";
} while (n != 0);
return 0;
}
Output :
Enter number (0 to end): 12345
You entered: 12345
Enter number (0 to end): 160277
You entered: 160277
Enter number (0 to end): 0
You entered: 0
The for loop.
Format :
for (initialization; condition; increase) statement;
Fungsinya akan mengulang statement jika condition bernilai benar. Sama seperti while loop.,
hanya saja for memungkinkan untuk memberikan instruksi initialization dan intruksi increase,
sehingga dapat menampilkan loop dengan counter.
Algoritma perulangan for :
1. initialization, digunakan untuk memberikan nilai awal untuk variable counter. Dieksekusi
hanya sekali.
2. condition, Dievaluasi, jika bernilai true maka loop berlanjut, sebaliknya loop berhenti dan
statement diabaikan
3. statement, dieksekusi, bisa berupa instruksi tunggal maupun blok instruksi (dalam tanda
{ } ).
4. increase, dieksekusi kemudian algoritma kembali ke step 2.
Contoh :
// countdown using a for loop
#include <iostream.h>
int main ()
{
for (int n=10; n>0; n--) {
cout << n << ", ";
}
cout << "FIRE!";
return 0;
}
Output :
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, FIRE!
Initialization dan increase bersifat optional. Sehingga dapat dituliskan : for (;n<10;) untuk for tanpa initialization dan increase; atau for (;n<10;n++) untuk for dengan increase tetapi tanpa initialization. Dengan operator koma (,) kita dapat mendeklarasikan lebih dari satu instruksi pada bagian manapun termasuk dalam loop for, contoh :
for ( n=0, i=100 ; n!=i ; n++, i-- )
{
// whatever here...
}
Loop diatas akan meng-eksekusi sebanyak 50 kali :
nilai awal n = 0 dan i = 100, dengan kondisi (n!=i) (yaitu n tidak sama dengan i). Karena n mengalami penambahan 1 dan i mengalami pengurangan 1, maka kondisi loop akan salah setelah loop yang ke-50, yaitu ketika n dan i bernilai 50.

Kamis, 22 Februari 2018

<html>
<head>
<title>BELAJAR HTML</title>
</head>
<body background="santi.jpg">
<h1><center>PROFIL</h1></center>
<center><table bolder="5" width="60%" height="350" bgcolor="pink"></center>
<tr></tr>
<th><h1><align> santi purnama sari <br> X TKJ 3 </br> <br> SMK BINA BANGSA </br></h1></th></align>
</table><br></br>
</body>
</head>
</html>

hasil

Cara Membuat Tabel di Notepad++
<html>
<head>
<title>TABEL</title>
<body>
      <h2>TABEL<h2>
 <html>

<table border="2">
     <h4>Tabel 1</h4>
    <tr>
        <td width='100px'height='20px'></td>
    </tr>
<tr>
<table border="2">
      <h4>Tabel 2</h4>
    <tr>
          <tr>
   
<td width='100px' height='20px'></td>
<td width='100px' height='20px'></td>

   
    </tr>
<table border="2">
     <h4>Tabel 3</h4>

    <tr>
     <td width='100px' height='20px'></td>
    </tr>
<tr>
      <td width='100px' height='20px'></td>
    </tr>

<table border="2">
     <h4>Tabel 4</h4>
 <tr>
   
<td width='100px' height='20px'></td>
<td width='100px' height='20px'></td>
      </tr>
 <tr>

<td width='100px' height='20px'></td>
 <td width='100px' height='20px'></td>
    </tr>

      <table border="2">
     <h4>Tabel 5</h4>
     <tr>
        <td colspan="10" width='100px' height='20px'></td>
    </tr>
    <tr>
        <td width='100px' height='20px' </td>
        <td width='100px' height='20px'</td>
    </tr>

</body>
</head>
</html>
 hasil


Perbedaan VLAN dan LAN

Perbedaan VLAN dan LAN   Virtual LAN  atau disingkat  VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfiguras...