Senin, 06 Agustus 2018

Perbedaan VLAN dan LAN

Perbedaan VLAN dan LAN
 
  • Virtual LAN atau disingkat VLANmerupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch 

Gambar Jaringan VLAN
 
Sebuah VLAN memungkinkan seorang Administrator untuk menciptakan sekelompok peralatan yang secara logic dihubungkan satu sama lain. Dengan VLAN, kita dapat membagi jaringan switch secara logik berdasarkan fungsi, departemen atau project team .

BAGAIMANA VLAN BEKERJA
VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk
mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC addresses dsb. Semua
informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging)
di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan
port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang
digunakan oleh VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan
switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/bridge
inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi
suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama.
Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya.
atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software)
yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang
didalamnya.untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.

PERBEDAAN MENDASAR ANTARA LAN DAN VLAN
Perbedaan yang sangat jelas dari model jaringan Local Area Network dengan
Virtual Local Area Network adalah bahwa bentuk jaringan dengan model Local
Area Network sangat bergantung pada letak/fisik dari workstation, serta
penggunaan hub dan repeater sebagai perangkat jaringan yang memiliki beberapa
kelemahan. Sedangkan yang menjadi salah satu kelebihan dari model jaringan
dengan VLAN adalah bahwa tiap-tiap workstation/user yang tergabung dalam
satu VLAN/bagian (organisasi, kelompok dsb) dapat tetap saling berhubungan
walaupun terpisah secara fisik. Atau lebih jelas lagi akan dapat kita
lihat perbedaan LAN dan VLAN pada gambar dibawah ini.

PERBANDINGAN  VLAN DAN LAN
  •         Perbandingan Tingkat Keamanan

                                     Penggunaan LAN telah memungkinkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan
                dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin
                berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama
                (resource sharing atau disebut juga hardware sharing).10 LAN memungkinkan data
                tersebar secara broadcast keseluruh jaringan, hal ini akan mengakibatkan mudahnya
                pengguna yang tidak dikenal (unauthorized user) untuk dapat mengakses semua
                bagian dari broadcast. Semakin besar broadcast, maka semakin besar akses yang
                didapat, kecuali hub yang dipakai diberi fungsi kontrol keamanan.

  • ·         VLAN yang merupakan hasil konfigurasi switch menyebabkan setiap port switch
                diterapkan menjadi milik suatu VLAN. Oleh karena berada dalam satu segmen,
                port-port yang bernaung dibawah suatu VLAN dapat saling berkomunikasi langsung.
                Sedangkan port-port yang berada di luar VLAN tersebut atau berada dalam
                naungan VLAN lain, tidak dapat saling berkomunikasi langsung karena VLAN tidak
                meneruskan broadcast.
  • ·         VLAN yang memiliki kemampuan untuk memberikan keuntungan tambahan dalam           

                       keamanan jaringan tidak menyediakan pembagian/penggunaan media/data
                 dalam suatu jaringan secara keseluruhan. Switch pada jaringan menciptakan
                 batas-batas yang hanya dapat digunakan oleh komputer yang termasuk dalam
                 VLAN tersebut. Hal ini mengakibatkan  administrator dapat dengan mudah
                 mensegmentasi pengguna, terutama dalam hal penggunaan media/data yang
                 bersifat rahasia (sensitive information) kepada seluruh pengguna jaringan
                 yang tergabung secara fisik.

  • ·         Keamanan yang diberikan oleh VLAN meskipun lebih baik dari LAN,belum menjamin
                       keamanan jaringan secara keseluruhan dan juga belum dapat dianggap cukup

                       untuk menanggulangi seluruh masalah keamanan .VLAN masih sangat memerlukan

                       berbagai tambahan untuk meningkatkan keamanan jaringan itu sendiri seperti

                       firewall, pembatasan pengguna secara akses perindividu, intrusion detection,

                       pengendalian jumlah dan besarnya broadcast domain, enkripsi jaringan, dsb.

Keuntungan sebuah VLAN (Virtual LAN)
Penerapan sebuah teknologi VLAN memungkinkan sebuah jaringan menjadi lebih fleksibel untuk mendukung tujuan bisnis. Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan VLAN:
Security– Departemen yang memiliki data sensitive terpisah dari jaringan yang ada, akan mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting.
 Cost reduction – Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang mahal untuk upgrades jaringan dan efisiensi penggunaan bandwidth dan uplink yang tersedia.
 Higher performance – Dengan membagi jaringan layer 2 menjadi beberapa worksgroup secara logik (broadcast domain) mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada jaringan dan meningkatkan performa.kjk
 Broadcast storm mitigation – Dengan membagi sebuah jaringan menjadi VLAN mengurangi jumlah peralatan yang berpartisipasi dalam broadcast storm.
 Improved IT staff efficiency – Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah, karena user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama.
 Simpler project or application management – Memiliki fungsi-fungsi terpisah mempermudah pengelolaan sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus.

Rabu, 28 Februari 2018

Fungsi

Fungsi merupakan blok dari kode program yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. Fungsi banyak dilibatkan dalam pembuatan suatu program, dengan tujuan :
Program menjadi lebih tersetuktur, sehingga mudah dipahami dan mudah dikembangkan
Dapat mengurangi pengulangan kode.
Bentuk umum suatu fungsi adalah sebagai berikut :
Tipedata namafungsi(daftarparameter) {
/*Badan Fungsi*/
return nilaireturn; /* untuk tipe data bukan void */
}

Fungsi Bertipe void
Fungsi bertipe void, kalau dalam program pascal atau delphi disebut sebagai procedure. Fungsi ini tidak mempunyai nilai kembalian, jadi fungsi bertipe ini hanya merupakan sekumpulan kode program yang bekerja sesuai dengan parameter yang diberikan.
Contoh fungsi bertipe void :
void TampilNama() {
textcolor(RED);
cprintf(“Nama Saya : Tulis Nama Ada\n\r”);
cprintf(“Alamat    : Jl. Can Di Aspal No. 70\n\r”);
cprintf(“Telepon   : 022-2513709\n\r”);
}

main()
{
TampilNama();
TampilNama();
TampilNama();
}
Dalam program di atas, ada sebuah fungsi yang bernama TampilNama(), yang berguna untuk menampilkan data Nama, Alamat, dan Telepon. Dalam program utama (fungsi main() ), cara pemanggilan fungsi tersebut adalah dengan menulis nama fungsinya (dalam hal ini TampilNama() ). Jadi program di atas akan menampilkan isi fungsi TampilNama() sebanyak 3 kali.
Fungsi di atas merupakan fungsi yang dipanggil tanpa memakai parameter. Untuk melihat contoh fungsi berparameter, perhatikan program di bawah ini.
void Kotak(int X1,int Y1, int X2,int Y2,int Bingkai,int Latar) {
int i;
textcolor(Bingkai);
textbackground(Latar);
gotoxy(X1,Y1);cprintf(“é”); /* alt+218 */
gotoxy(X1,Y2);cprintf(“%c”,192);
gotoxy(X2,Y1);cprintf(“%c”,191);
gotoxy(X2,Y2);cprintf(“%c”,217);
for (i=X1+1;i<=X2-1;i++)
{
gotoxy(i,Y1);cprintf(“%c”,196);
gotoxy(i,Y2);cprintf(“%c”,196);
}
for(i=Y1+1;i<=Y2-1;i++)
{
gotoxy(X1,i);cprintf(“%c”,179);
gotoxy(X2,i);cprintf(“%c”,179);
}
}
main()
{
Kotak(1,1,80,24,WHITE,BLUE);// Memanggil Procedur Kotak
Kotak(2,2,15,23,WHITE,RED);
getch();
return 0;
}
Void Kotak merupakan sebuah fungsi yang akan membuat suatu kotak di layar sesuai dengan koordinat yang diberikan di bagian parameter. Koordinat tersebut adalah koordinat kiri atas (X1,Y1), dan koordinat titik kanan bawah (X2,Y2). Selain itu fungsi ini membutuhkan parameter Bingkai yang berguna untuk menentukan warna bingkai kotak, dan juga parameter Latar yang berguna untuk menentukan warna latar belakang kotak yang dibuat.
Pemanggilan Kotak(1,1,80,24,WHITE,BLUE) berguna untuk membuat kotak dengan posisi kiri atas pada koordinat (1,1) dan posisi kanan bawah pada koordinat (80,24) dengan warna bingkai kotak berwarna putih dengan latar belakang kotak berwarna biru.


Fungsi bertipe data
Dalam dunia matematika, kita mengenal fungsi. Contoh : F(X)=X2+3X+5, yang berarti kita mempunyai sebuah fungsi bernama F yang membutuhkan parameter X sebagai data yang akan dihitung dengan persamaan X2+3X+5 sehingga kalau kita menulis F(5), maka nilai dari fungsi tersebut adalah 52 + 3.5+ 5 = 45.
Bentuk umum dari Function ini dalam bahasa Pascal adalah :

typedata NamaFungsi(daftar parameter)
{
Perintah;
Perintah;
Return NilaiHasilUntukFungsi;
}

Contoh 1 : Fungsi matematik untuk menghitung persamaan F(X) = X2+3X+5;
float F(float X) {
return X*X+3*X+5;//Fungsi diisi hasil dari perhitungan X2+3*X+5
}

Contoh 2 : Fungsi untuk mencari Faktorial dari suatu nilai
float Faktorial(int N) {
int I;
float Hasil;
Hasil:=1;
for(I=2;I<=N;I++)
Hasil=Hasil * I;
return Hasil;
}

Contoh 3: Fungsi untuk mencari Kombinasi dengan rumus :
Kombinasi (X,Y) =
Float  Kombinasi(int X, int Y) {
return Faktorial(Y) / (Faktorial(X)*Faktorial(Y-X));
}

array penyimpanan


Materi array

  1. 1. MODUL ARRAY MENGGUNAKAN C++
  2. 2. A. Materi Definisi Array  kumpulan / koleksi data yang terstruktur dan bertipe sama yang menggunakan nama yang sama dengan bisa berisi nilai yang sama atau berbeda-beda.  Tipe data biasanya ditulis diawal setelah tanda kurung kurawal " { ". Ada beberapa macam tipe yang sering digunakan , diantaranya adalah char , int , float , double , dan void  Dalam array indeks(berupa urutan nomer posisi dan angka-angka) dimulai dari hitungan 0,1,2 dst Variabel array dalam Borland C++, mengacu pada teori yang ada dapat digolongkan menjadi tiga buah dimensi :  Array Berdimensi Satu.  Array Berdimensi Dua  Array Berdimensi Tiga 1. Array berdimensi satu  Mengakses elemenarray. Pendeklarasian array Contoh Pendeklarasian array Int nilai[5]; TipeDataNamaArray[JumlahElemen]; Tipe data Nama Array Jumlahelemenarray
  3. 3. Ilustrasi / Gambaran array 0 1 2 3 4 5 Untuk mengetahui jumlah elemen Menggunakan operator sizeof untuk menentukan ukuran array ataupun ukuran tipe elemen.  Contoh 1 Pada contoh 1 , Output yang dikeluarkan adalah angka sesuai dengan angka yang di tulis pada elemen yaitu 21. Array dengan tipe data karakter (char) . Array dengan elemen bertipe karakter bisa digunakan untuk menyimpan string atau deretan karakter.  Contoh 2 3 5 6 2 4 6 Value/nilai indeks Jumlahelemen=6
  4. 4.  Contoh 3 Kedua program ini sama - sama menggunakan tipe data char hanya saja Pada Contoh 2 diatas tidak diberikan nilai jumlah maximal data tetapi dapat diinformasikan jumlah maksimal data ada 20, melihat dari jumlah huruf yang ada disebalahnya termasuk tanda spasi (“_”). Sedangkan , Pada Contoh 3 diatas diberikan nilai jumlah maximal data ada 5 dilihat dari jumlah indeks yang dituliskan.  Inisialisasi elemen array. Adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Pendeklarasian : Pemberian / inputan nilai pada array Ada 2 macam , seperti berikut : 1. Input tetap/statis 1. Pemberian nilai pada saat pendeklarasian array Contoh 4 TipeDataNamaArray[Subscript]={nilai array};
  5. 5. 2. Pemberian nilai setelah pendeklarasian array Contoh 5 Contoh 4 dan 5 tersebut akan menghasilkan output yang sama yaitu 5 . 2. Input Berubah – ubah / dinamis Bisa memasukkan / menginputkan nilai yang berbeda – beda dan berubah setiap kali menjalan kan program tersebut. Cara ini menghasilkan output yang sesuai dengan inputan.
  6. 6. 2. Array berdimensi Dua Definisi :  Array dua dimensi sering digambarkan sebagai sebuah matriks, merupakan perluasan dari array satu dimensi.  array dua dimensi terdiri dari beberapa baris dan beberapa kolom elemen yang bertipe sama  Indeks pertama menunjukkan baris dan indeks kedua menunjukan kolom.  array dua dimensi terdapat dua jumlah elemen yang terdapat di dalam kurung siku dan keduanya boleh tidak sama.  Mengakses elemenarray. Pendeklarasian array berdimensi dua Contoh Pendeklarasian array Int nilai[5][3]; TipeData NamaArray[Elemen1][Elemen2]; Tipe data Nama Array Elemen2 Elemen1
  7. 7. Ilustrasi / Gambaran array berdimensi dua  Inisialisasi Array berdimensi dua Contoh 6 2 1 0 Indeks (y) Jumlah baris 0 1 2 3 Indeks(x) Jumlahkolom Int nilai[3][4]; nilai(3,4)
  8. 8. Contoh 7 Pemberian nilai pada contoh 6 sama halnya dengan contoh 7, yang berbeda adalah letak pemberian nilainya . Output yang di keluarkan sbb : Program Menampilkan bentuk matrix
  9. 9. Output : 3. Array berdimensi Tiga Definisi : Array berdimensi tiga tersusun dalam bentuk baris, kolom, da nisi dari baris di mana indeks pertama menunjukkan baris , indeks kedua menunjukkan kolom , dan indeks ketiga menunjukkan isi dari baris.  Mengakses array berdimensi tiga Pendeklarasian array berdimensi tiga Contoh Pendeklarasian array int angka[5][3][2]; TipeDataNamaArray[Elemen1][Elemen2][ Elemen3]; Tipe data Nama Array Elemen2 Elemen1 Elemen3
  10. 10. Ilustrasi / Gambaran array berdimensi tiga  Inisialisasi array berdimensi tiga Pendeklarasian : Contoh : int data[2][4][3] = { { {100,200,300}, {150,240,360}, {250,340,460}, {250,340,460}}, { {160,250,365}, {175,275,375}, {275,375,575}, {380,480,580}} }; Int nilai[4][2][3]; 2 1 0 0 1 2 3 0 1 Indeks(x) Jumlahkolom Indeks(y) Jumlahbaris Indeks(z) Jumlahisi TipeDataNamaArray[JumlahElemen]={NilaiArray};
  11. 11. Program : Output :
  12. 12. B. Contoh soal Contoh 1 menampilkan nilai pada array Output :
  13. 13. Contoh 2 Program pengurangan menggunakan array berdimensi dua
  14. 14. Output :
  15. 15. Kesimpulan Dengan menggunakan array pada program C++ akan lebih simpel dan menghemat banyak tempat karena tidak perlu menggunakan banyak variabel untuk menyimpan data. Karakteristik Array yaitu mempunyai batasan dari pemesanan alokasi memory (Bersifat Statis), mempunyai Type Data Sama (Bersifat Homogen), dan dapat Diakses Secara Acak.
  16. 16. Daftar Pustaka  http://akilhacker.blogspot.com/2013/06/array-c.html 

struktur kontrol perulangan

Struktur Kontrol
 
Sebuah program biasanya tidak terbatas hanya pada intruksi yang terurut saja, tetapi juga memungkinkan terjadinya percabangan, perulangan dan pengambilan keputusan. Untuk mengatasi kebutuhan itu C++ menyediakan struktur kontrol yang dapat menangani hal-hal tersebut.
Untuk membahas hal tersebut diatas, akan ditemui istilah block of instructions. Blok instruksi adalah sekumpulan instruksi yang dibatasi dengan tanda semicolon (;) tetapi dikelompokan dalam satu blok yang dibatasi dengan kurung kurawal { }.

Struktur Kondisional : if and else
Digunakan untuk mengeksekusi sebuah atau satu blok instruksi jika kondisi terpenuhi, sintaks:

if (condition) statement

condition merupakan ekspresi yang dievaluasi. Jika kondisi bernilai true, maka statement akan dijalankan. Jika false, maka statement akan diabaikan dan program menjalankan instruksi selanjutnya.

Contoh, Akan tercetak x is 100 jika nilai yang disimpan pada variable x adalah 100:

if (x == 100)
cout << "x is 100";

Jika ada lebih dari satu instruksi yang akan dijalankan maka harus dibuat dalam blok instruksi dengan menggunakan tanda kurung kurawal { }:
if (x == 100)
{
cout << "x is ";
cout << x;
}
Dapat juga menggunakan keyword else, jika kondisi tidak terpenuhi. Penulisannya digabungkan dengan if :
if (condition) statement1 else statement2
Contoh :
if (x == 100)
cout << "x is 100";
else
cout << "x is not 100";
Akan tercetak x is 100 jika nilai x adalah 100, jika tidak akan tercetak x is not 100.
Contoh :
if (x > 0)
cout << "x is positive";
else if (x < 0)
cout << "x is negative";
else
cout << "x is 0"
Struktur perulangan (loops)
Loops merupakan perulangan statement dengan jumlah tertentu jika kondisi terpenuhi.
The while loop.
Sintaks :
while (expression) statement
Fungsi dari statement diatas adalah mengulang statement jika expression bernilai true.
Contoh :
// custom countdown using while
#include <iostream.h>
int main ()
{
int n;
cout << "Enter the starting number > ";
cin >> n;
while (n>0) {
cout << n << ", ";
--n;
}
cout << "FIRE!";
return 0;
}
Output :
Enter the starting number > 8
8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, FIRE!
Algoritma program dimulai dari main :
1. User meng-input nilai untuk n.
2. Instrukti while mengevaluasi apakah (n>0). Ada dua kemungkinan :
true: meng-eksekusi statement (step 3,)
false: melompati statement. lanjut ke step 5..
3.Mengeksekusi statement : cout << n << ", ";
--n;
(Menampilkan n di layar dan mengurangi n dengan 1).
4. Akhir dari blok. kembali ke step 2.
5. lanjut menuju program setelah blok. Cetak : FIRE! dan program berakhir.
The do-while loop.
Format:
do statement while (condition);
Secara fungsional, hampir sama dengan while loop, hanya saja condition dalam do-while
dievaluasi setelah eksekusi statement , dengan kata lain, sedikitnya satu kali eksekusi statement
walaupun kondisi tidak terpenuhi. Contoh :
// number echoer
#include <iostream.h>
int main ()
{
unsigned long n;
do {
cout << "Enter number (0 to end): ";
cin >> n;
cout << "You entered: " << n << "\n";
} while (n != 0);
return 0;
}
Output :
Enter number (0 to end): 12345
You entered: 12345
Enter number (0 to end): 160277
You entered: 160277
Enter number (0 to end): 0
You entered: 0
The for loop.
Format :
for (initialization; condition; increase) statement;
Fungsinya akan mengulang statement jika condition bernilai benar. Sama seperti while loop.,
hanya saja for memungkinkan untuk memberikan instruksi initialization dan intruksi increase,
sehingga dapat menampilkan loop dengan counter.
Algoritma perulangan for :
1. initialization, digunakan untuk memberikan nilai awal untuk variable counter. Dieksekusi
hanya sekali.
2. condition, Dievaluasi, jika bernilai true maka loop berlanjut, sebaliknya loop berhenti dan
statement diabaikan
3. statement, dieksekusi, bisa berupa instruksi tunggal maupun blok instruksi (dalam tanda
{ } ).
4. increase, dieksekusi kemudian algoritma kembali ke step 2.
Contoh :
// countdown using a for loop
#include <iostream.h>
int main ()
{
for (int n=10; n>0; n--) {
cout << n << ", ";
}
cout << "FIRE!";
return 0;
}
Output :
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, FIRE!
Initialization dan increase bersifat optional. Sehingga dapat dituliskan : for (;n<10;) untuk for tanpa initialization dan increase; atau for (;n<10;n++) untuk for dengan increase tetapi tanpa initialization. Dengan operator koma (,) kita dapat mendeklarasikan lebih dari satu instruksi pada bagian manapun termasuk dalam loop for, contoh :
for ( n=0, i=100 ; n!=i ; n++, i-- )
{
// whatever here...
}
Loop diatas akan meng-eksekusi sebanyak 50 kali :
nilai awal n = 0 dan i = 100, dengan kondisi (n!=i) (yaitu n tidak sama dengan i). Karena n mengalami penambahan 1 dan i mengalami pengurangan 1, maka kondisi loop akan salah setelah loop yang ke-50, yaitu ketika n dan i bernilai 50.

Kamis, 22 Februari 2018

<html>
<head>
<title>BELAJAR HTML</title>
</head>
<body background="santi.jpg">
<h1><center>PROFIL</h1></center>
<center><table bolder="5" width="60%" height="350" bgcolor="pink"></center>
<tr></tr>
<th><h1><align> santi purnama sari <br> X TKJ 3 </br> <br> SMK BINA BANGSA </br></h1></th></align>
</table><br></br>
</body>
</head>
</html>

hasil

Cara Membuat Tabel di Notepad++
<html>
<head>
<title>TABEL</title>
<body>
      <h2>TABEL<h2>
 <html>

<table border="2">
     <h4>Tabel 1</h4>
    <tr>
        <td width='100px'height='20px'></td>
    </tr>
<tr>
<table border="2">
      <h4>Tabel 2</h4>
    <tr>
          <tr>
   
<td width='100px' height='20px'></td>
<td width='100px' height='20px'></td>

   
    </tr>
<table border="2">
     <h4>Tabel 3</h4>

    <tr>
     <td width='100px' height='20px'></td>
    </tr>
<tr>
      <td width='100px' height='20px'></td>
    </tr>

<table border="2">
     <h4>Tabel 4</h4>
 <tr>
   
<td width='100px' height='20px'></td>
<td width='100px' height='20px'></td>
      </tr>
 <tr>

<td width='100px' height='20px'></td>
 <td width='100px' height='20px'></td>
    </tr>

      <table border="2">
     <h4>Tabel 5</h4>
     <tr>
        <td colspan="10" width='100px' height='20px'></td>
    </tr>
    <tr>
        <td width='100px' height='20px' </td>
        <td width='100px' height='20px'</td>
    </tr>

</body>
</head>
</html>
 hasil


Kamis, 18 Januari 2018

Contoh Soal bahasa C++ beserta jawabannya, jawabannya yang di Bold
1. Bahasa Pemograman C++ diciptakan satu decade setelah bahasa pemograman C. diciptakan oleh Bjarne Strourstroup dari Laboratorium Bell, AT&T pada tahun ? 
a. 1987

b. 1982

c. 1983

d. 1980

2. Bahasa Pemograman C++ diberi nama oleh Rick Mascitti, namun pada awal pembuatannya di beri nama?

a. A better C

b. A better A

c. A better B

d. A better D
3. Apa keistimewaan Bahasa Pemograman C++ ?

 a. Termasuk Bahasa Pemogramanan tingkat menengah

b. Memudahkan dalam pengembangan dan pembuatan program

c. Bahasa Pemograman C++ mendukung OOP (Object Oriented Programming

d. Mudah dipindahkan dari satu mesin ke mesin lain


4. Compiler C++ yang telah beredar di pasaran antara lain, kecuali?

 a. Microsoft C/C++

b. Visual C++

c. Turbo C++

d. Pascal ++
5. Hal yang menjadi catatan penting dalam pemograman C++ bahwa Program C++ bersifat Case Sensitive. Maksud dari sifat tersebut adalah……..

 a. Semua character di anggap sama

b. Huruf kecil dan besar disamakan

c. Huruf besar dan kecil di anggap beda

d. Tidak boleh memakai 2 file header
6. Dibawah ini merupakan type data bilangan bulat, kecuali...

a. Long

b. Double (real double)

c. Int (integer)

d. Short (short integer)
7. Perintah Cin pada Program C++ digunakan untuk ?

a. Menginput suatu nilai dari suatu piranti masukan (keyboard)

b. Menampilkan data pada layar

c. Mpendeklarasian variable

d. Mengulang proses looping pada program


Program di bawah ini untuk no. 8 – 10
Program C++// my first program in C++#include  <iostream.h>
#include <conio.h>void main()
{
Cout<<”Hello My World !”;
{Cout<<”Hello My World !”;Cout<<”I’m a Student Of Gunadarma University”;Getch();}


8. Dari program diatas, manakah yang termasuk komentar

a. Hello My World !

b. void main()

c. // my first program in C++

d. #include <iostream.h>
9. Yang termasuk File Header diatas adalah

a. Hello My World

b. void main()
c. // my first program in C++
d. #include
c. // my first program in C++d. #include <iostream.h>
10. Hasil Program diatas adalah 
a. Hello World!

b. I'm a Student Of Gunadarma University

c. Hello My World ! I’m a Student Of Gunadarma University

d. My first program in C++


Perbedaan VLAN dan LAN

Perbedaan VLAN dan LAN   Virtual LAN  atau disingkat  VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfiguras...